Skip to main content

Posts

SIKAP RENDAH HATI (HUMBLE) & SIKAP TINGGI HATI (OVERBEARING)

-About Last Week- , Datanglah sepasang suami istri ke ruangan praktik saya. Sang istri nampak anggun dan si suami terlihat berwibawa. Dari cara berpakaiannya, keduanya terlihat lebih dari sekedar berkecukupan., , Sang istri sudah tidak lagi bekerja sejak menikah, namun memiliki bisnis warisan keluarga., Sang suami terbilang sukses dalam bisnisnya yang ia rintis sendiri sejak awal., , Sang istri berlatar belakang pendidikan s1 dalam kota, Sang suami memegang gelar dari universitas ternama di negri tetangga. , Namun yang menarik dari interaksi mereka di dalam ruangan saya adalah sikap ketika mendengarkan penjelasan dan masukan., , Sang istri cukup sering menyela ataupun menyanggah perkataan suami nya, dan tak jarang, beberapa kali jg menyanggah perkataan saya. Sang suami cukup aktif bertanya, dan cenderung berusaha memahami sudut pandang dari orang yg sedang menjelaskan., , Di penghujung sesi, ketika keduanya diberi tugas mencari alternatif solusi dan menuliskannya di at...

TELAH BERJUANG DAN BERKORBAN DEMI KEBAIKAN ANAK?? ANDA YAKIN???

Kira-kira pertengahan tahun lalu, datanglah seorang Ibu berusia 40 tahunan. Beliau "dipaksa" oleh sekolah untuk datang berkonsultasi dengan saya perihal anak perempuannya yang berusia 9 tahun kepergok melakukan tindak bullying di sekolah. Padahal, menurut sang Ibu, anaknya baik baik saja di rumah. Tidak pernah ada masalah dan tidak pernah berbuat kasar pada orang lain., , Singkat cerita, mereka telah banyak menghabiskan waktu, tenaga dan uang untuk memberikan les, peralatan sekolah, hingga berbagai benda mahal lainnya yang menurut mereka berguna untuk pengembangan bakat minat si anak., , Dari ceritanya dan dari pengamatan saya, memang anak tersebut cerdas, ambisius, berprestasi namun tidak sabaran dan sombong., , Mengapa bisa demikian? Karena ternyata anak ini kehilangan banyak kesempatan untuk mengutarakan kelelahan, keberatan dan ketidaksukaannya di rumah. Bukan karena orang tuanya punya sosok militer, bukan! Melainkan karena org tuanya selalu menanamkan doktrin doktrin...

LESS STRESS TRAVELING WITH TODDLER

Ketika saya mengatakan bahwa saya akan berangkat naik kereta 9 jam dan berdua saja dengan anak BALITA aktif, saya sering menerima tatapan atau ucapan "Good Luck Ya! Semoga trouble free dan ga stres selama di perjalanan" 😁😁. . Sedari anak sy berusia 8 bulan, sy beberapa kali melakukan perjalanan darat (kereta api) dan udara (pesawat) berdua. Iya, cuma berdua. Tanpa nanny, tanpa suami. Pokoknya tanpa bala bantuan. Yang terjauh saat itu adalah Manado - Jakarta (3.5 jam di dalam pesawat) di usianya yg baru 8 bulan. Sy tidak bahas banyak soal itu, kali ini topiknya soal toddler soalnya. . Menurut beberapa org tua yg sy ajak ngbrl, yang membuat traveling dgn toddler kadang menjadi stressful adalah karena mereka (1) Derajat keaktifannya TINGGI, dan (2) Beberapa diantaranya SULIT DIATUR. . Anak sy juga AKTIF (aktif nanya, aktif ngatur, aktif gerak) namun puji Tuhan, masih BISA diatur, meskipun tidak mudah namun jg tidak sulit. . Selama ini kunci utama sy ada di MEMPERSIA...

SUKA MAIN DI ALAM = PUNYA KECERDASAN NATURALISTIK???

Siapa pernah mendengar istilah MULTIPLE INTELLIGENCE atau KECERDASAN MAJEMUK gagasan dari Howard Gardner? . Salah satu dari 9 kecerdasan majemuk adalah KECERDASAN NATURALISTIK. Banyak orang tua yang terlalu menyederhanakannya hingga salah kaprah menganggap bahwa anak suka main outdoor/ suka main di alam terbuka = punya kecerdasan naturalistik. . . Untuk bisa dikategorikan sebagai CERDAS NATURALISTIK, tidak hanya dilihat berdasarkan kesukaan main di alam. Mengapa? Karena kadang-kadang ketika anak main di alam, mereka hanya senang bereksplorasi karena tempatnya luas dan mereka bisa menyalurkan energinya. . . Atau, ada juga anak2 yg justru CERDAS BODILY-KINESTHETIC yg juga suka bermain di alam terbuka karena mereka bisa bereksplorasi dengan kegiatan fisik seperti berlari, melompat, memanjat, dsb. . . Salah satu karakteristik utama dari anak yang CERDAS NATURALISTIK adalah KEPEKAAN, KETERTARIKAN dan KESERIUSAN mereka dalam MENGAMATI dan MEMPELAJARI fenomena-fenomena yang ter...

Cara Mendidik Anak Agar Sabar Menunggu Giliran Bicara

Hayooo siapa yang kalau lagi ngobrol sama teman/ pasangan lalu anaknya ngotot nanya sesuatu atau ngotot minta didengerin juga ceritanya? . Well, pertama2 Anda harus hilangkan dulu pikiran bahwa "Duh anakku emang annoying dan ga sabaran nih!" . Yang harus ada di benak Anda adalah, "WAH ini kesempatan bagus buat ajarin dia tentang how to TAKING TURNS in a CONVERSATION" . . Ketika mindset Anda berbeda maka sikap Anda pun berbeda. Dari seorang polisi pengatur manner menjadi seorang coach pelatih tata krama. Bedanya polisi dengan coach apa? Polisi fokus di memberi sanksi. Sedangkan coach fokusnya di melatih supaya mahir. Melatih dari yang tidak bisa jadi bisa. . . Setelah punya mindset seorang coach, kira2 begini triknya ketika anak sedang memotong pembicaraan: . 1. MEMBERI RESPON (bukan memberikan keinginan anak tapi hanya memberi respon positif). . Buat anak paham bahwa "MAMA/PAPA tahu kok kalau kamu lagi mau ngomong." Karena biasanya anak ngo...

MENUMBUHKAN MOTIVASI BERSEKOLAH PADA ANAK

Sekolah adalah tempat untuk? Jawaban paling wajar dan umumnya adalah: MENIMBA ILMU dan BELAJAR BERSOSIALISASI. Setuju? Nah mari kita bahas satu-satu si tujuan mulia ini. Sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi, kalau mau anak kita suka pergi ke sekolah otomatis dia harus suka dengan kegiatan menimba ilmu. Simplenya, anak harus punya 'rasa ingin tahu dan keinginan belajar yang TINGGI DAN LUAS'. Pada dasarnya semua anak sedari kecil itu penuh dengan rasa ingin tahu. Sejak lancar bicara mereka seringkali memberondong kita dengan pertanyaan "Kenapa kenapa kenapa dan kenapa?" Hanya saja, rasa ingin tahu ini terbatas hanya pada hal-hal yang ia minati. Nah tugas orang tua supaya rasa ingin tahu ini tetap tinggi dan semakin luas areanya, adalah dengan cara menjadikan suasana mencari ilmu dan informasi itu menjadi MENYENANGKAN. Kabar gembiranya, zaman sekarang mudah sekali, krn medianya sudah macam2. Tidak hanya buku cerita science yg gambarnya sudah bagus2, tapi video...

IT'S NEVER TOO LATE

Dalam hidup, kita pasti pernah atau bahkan sering bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan kita, supaya kualitas hidupnya menjadi lebih baik lagi., , Lalu setelahnya kita dihadapkan pada pilihan MAU atau TIDAK MAU kita mengulurkan tangan. Bantuan yg sy bahas di sini bukan yg bersifat uang saja. Namun perhatian, tenaga maupun doa, bagi mereka yg memerlukan., , Ketika kita memutuskan TIDAK MAU, menurut saya, Yang Di Atas kemudian menutup pintu kesempatan kita mendapat pahala, dan memberikannya kepada yg lain., , Ketika kita memutuskan untuk MAU, terkadang jalannya pun tidak mudah, tidak cepat, dan tidak menyenangkan. Membuat kita dihadapkan lg pada pilihan berikutnya yaitu: MAU TETAP LANJUT atau BERHENTI., , Profesi psikolog membuat saya belajar bertanggung jawab ketika saya memutuskan MAU membantu klien yg datang kepada saya. Berkomitmen untuk tetap berkeinginan membantu sebaik mungkin, meski yang dibantu terkadang butuh proses yang rumitnya setengah mati., , Dan s...