Skip to main content

Cara Mendidik Anak Agar Sabar Menunggu Giliran Bicara


Hayooo siapa yang kalau lagi ngobrol sama teman/ pasangan lalu anaknya ngotot nanya sesuatu atau ngotot minta didengerin juga ceritanya? .

Well, pertama2 Anda harus hilangkan dulu pikiran bahwa "Duh anakku emang annoying dan ga sabaran nih!"
.
Yang harus ada di benak Anda adalah, "WAH ini kesempatan bagus buat ajarin dia tentang how to TAKING TURNS in a CONVERSATION"
.
.
Ketika mindset Anda berbeda maka sikap Anda pun berbeda. Dari seorang polisi pengatur manner menjadi seorang coach pelatih tata krama. Bedanya polisi dengan coach apa? Polisi fokus di memberi sanksi. Sedangkan coach fokusnya di melatih supaya mahir. Melatih dari yang tidak bisa jadi bisa. .
.
Setelah punya mindset seorang coach, kira2 begini triknya ketika anak sedang memotong pembicaraan:
.
1. MEMBERI RESPON (bukan memberikan keinginan anak tapi hanya memberi respon positif).
.
Buat anak paham bahwa "MAMA/PAPA tahu kok kalau kamu lagi mau ngomong." Karena biasanya anak ngotot karena ia pikir kalau dia ga ngotot mama papa ga bakal dengerin. .
Buat anak paham bahwa DIPAHAMI tidak berarti DITURUTI. 
Jadi anak dibuat cukup paham bahwa Anda tahu dia mau bercerita/ bertanya, tapi anak juga harus PAHAM bahwa WAKTUNYA BUKAN SEKARANG. .


2. Lalu jelaskan dengan singkat, tegas namun tenang, tentang "kapan waktunya anak boleh bicara. Gunakan kata penunjuk waktu yang konkret, yang terbayang oleh anak. Jangan bilang "sebentar lagi". Sebentar versi Anda dan anak berbeda lho. Gunakan yang mudah anak pahami saja seperti "hitung sampai 20." Atau "setelah jarum panjang jam ada di angka 8", dsb. .
.
.
Kira2 beginilah contoh cara Anda bicara:
● Ketika anak memaksa mau bercerita: ●
"Hey boy, i know that you want to say something to me, but you have to wait until i finished. Coba km hitung sampai 50 ya. Nanti mama selesai mama dengerin kamu." Atau ● Ketika anak memaksa mau bertanya: ●
"I am sorry for not listening before, so what is your question?" Dan setelah anak mengutarakan pertanyaannya "OK, i will answer that after i finish this. Kira2 sekitar 10 menit." Semoga penjelasan ini mudah dipahami ya. Selamat pagi dan selamat beraktivitas. 🤗

Comments

Popular posts from this blog

Orangtua dan Anak Saya Memancing Kemarahan Saya!

Ingin rasanya saya bentak mertua saya. Sulit sekali diberi tahu. Sudah dibilang anak saya tidak boleh dibelikan mainan dulu, tidak boleh jajan es krim dulu. Diam-diam dia beri es krim. Dia ajari anak saya untuk sembunyi-sembunyi beli mainan di belakang saya. Lalu, ketika suami saya sudah janji mau jalan-jalan bersama sore ini. Mumpung ia tidak lembur. Mertua saya tahu itu dan mulai berulah mencari perhatian. Dia mengatakan bahwa perutnya tidak enak dan butuh periksa ke dokter. Batal deh rencana kami sore itu. Akhirnya anak saya merengek karena tidak jadi pergi jalan-jalan. Lagi-lagi mertua bertingkah seperti pahlawan, mengatakan bahwa besok akan dibelikan mainan jika anak saya berhenti menangis. Oh wow! Sungguh luar biasa. Saya tak kuasa lagi menahan jengkel, akhirnya saya masuk kamar dan membanting pintu. Saya biarkan suami saya mengurus anak dan mertua saya itu. - Ny. S - Anak saya berulah lagi. Sudah diberi tahu berkali-kali bahwa makan harus duduk, dan tidak boleh mem...

Fobia Gelap (Nyctophobia)

Rasa takut pada dasarnya merupakan perasaan yang wajar dimiliki oleh setiap orang. Rasa takut ini juga bersifat positif jika individu dapat mengatasi dan mengolahnya dengan baik. Banyak individu efektif yang melakukan tindakan antisipatif yang tepat karena ia memiliki rasa takut yang wajar akan sesuatu. Akan tetapi, ketika rasa takut tersebut menjadi terlalu berlebihan dan tidak rasional serta mengganggu aspek-aspek kehidupan seseorang, maka berbagai tindakan preventif sangat perlu untuk dilakukan. Jika penderita tidak melakukan tindakan apapun dan membiarkan rasa takut tersebut terus menerus muncul dalam keseharian mereka, maka rasa takut tersebut akan berkembang menjadi phobia .