Skip to main content

IT'S NEVER TOO LATE



Dalam hidup, kita pasti pernah atau bahkan sering bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan kita, supaya kualitas hidupnya menjadi lebih baik lagi.,

,
Lalu setelahnya kita dihadapkan pada pilihan MAU atau TIDAK MAU kita mengulurkan tangan. Bantuan yg sy bahas di sini bukan yg bersifat uang saja. Namun perhatian, tenaga maupun doa, bagi mereka yg memerlukan.,
,
Ketika kita memutuskan TIDAK MAU, menurut saya, Yang Di Atas kemudian menutup pintu kesempatan kita mendapat pahala, dan memberikannya kepada yg lain.,
,
Ketika kita memutuskan untuk MAU, terkadang jalannya pun tidak mudah, tidak cepat, dan tidak menyenangkan. Membuat kita dihadapkan lg pada pilihan berikutnya yaitu: MAU TETAP LANJUT atau BERHENTI.,
,
Profesi psikolog membuat saya belajar bertanggung jawab ketika saya memutuskan MAU membantu klien yg datang kepada saya. Berkomitmen untuk tetap berkeinginan membantu sebaik mungkin, meski yang dibantu terkadang butuh proses yang rumitnya setengah mati.,
,
Dan saya rasakan sndiri, tidak semudah membalik telapak tangan lho, untuk bisa terus sepenuh hati mengulurkan tangan, apalagi jika durasinya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.,
,
Tapi percayalah, apa yang kita tabur, tak akan pernah sia-sia. Uluran tangan yang berupa materi ataupun non materi, pasti akan terlihat buahnya.,
,
Seperti minggu ini. Dimana Tuhan menunjukkan buah dari apa yg kami (para psikolog) taburkan kepada salah satu pasien kami, serta buah dari apa yang teman-teman saya taburkan dlm hidup saya.,
,
Oleh sebab itu, saya percaya Tuhan tidak pernah membuat segala sesuatu yang baik menjadi sia sia. Kebaikan yang ditabur akan dibuatnya berbuah. Yang perlu kita lakukan adalah tulus berusaha, dan menunggu hasilnya sesuai dengan waktunya Tuhan.,
,
Thank you God, for another lesson of life.,
,
Happy Sunday, all! 😊

#quotes #quoteoftheday#quotestoliveby #lifelesson #sunday#renungan

Comments

Popular posts from this blog

Fobia Gelap (Nyctophobia)

Rasa takut pada dasarnya merupakan perasaan yang wajar dimiliki oleh setiap orang. Rasa takut ini juga bersifat positif jika individu dapat mengatasi dan mengolahnya dengan baik. Banyak individu efektif yang melakukan tindakan antisipatif yang tepat karena ia memiliki rasa takut yang wajar akan sesuatu. Akan tetapi, ketika rasa takut tersebut menjadi terlalu berlebihan dan tidak rasional serta mengganggu aspek-aspek kehidupan seseorang, maka berbagai tindakan preventif sangat perlu untuk dilakukan. Jika penderita tidak melakukan tindakan apapun dan membiarkan rasa takut tersebut terus menerus muncul dalam keseharian mereka, maka rasa takut tersebut akan berkembang menjadi phobia .

Anak Korban Pelecehan Seksual

(Disampaikan juga dalam Majalah Kesehatan DOKTER KITA edisi bulan Juni 2013) Apa yang dimaksud dengan pelecehan/kekerasaan seksual anak di bawah umur? Pelecehan/ kekerasan seksual merupakan tindakan seksual yang tidak diinginkan oleh korban yang menimbulkan kerusakan baik itu kerusakan fisik maupun mental pada korban. Kerusakan mental yang ditimbulkan biasanya berupa rasa malu, rasa tak berdaya, rasa tidak aman, dan rasa tersakiti. Jika dipandang dari sudut pandang hukum, maka kategori usia bahwa korban disebut sebagai anak di bawah umur adalah apabila korban berusia kurang dari 18 tahun (mengacu pada Undang-undang No 1 tahun 1974  tentang Perkawinan dan Undang-undang Perlindungan Anak).