Skip to main content

Teknik Parenting



Apakah Anda termasuk orang tua yang banyak membaca artikel parenting, banyak mengikuti seminar parenting, namun pada beberapa area Anda kesulitan mempraktikkannya?, , Misalnya saja, Anda sudah membaca banyak artikel tentang bagaimana mendisiplinkan anak tanpa hukuman fisik atau verbal. Bahkan Anda juga sudah mengikuti seminar tentang bagaimana cara mempraktikkannya. Tapi pada saat anak berulah, tetap saja Anda lepas kendali., , Hal ini terjadi pada beberapa pasien yang saya temui. Banyak dari mereka, ternyata ketika ditelaah lebih lanjut, penyebabnya beraneka ragam, yang ternyata sumbernya justru bukan pada perilaku anak, namun sumbernya adalah masalah psikologis mereka sendiri. Seperti misalnya:,
● Hubungan suami istri yg tidak harmonis
● Problem finansial keluarga yang berlarut-larut
● Manajemen diri dan waktu yg buruk
● Kecerdasan emosional yang belum memadai
● Hingga adanya trauma-trauma masa kecil yang belum terselesaikan dengan benar (korban kekerasan rumah tangga, berasal dari keluarga broken home, hingga korban bullying dan pelecehan seksual).

Jadi Bapak/ Ibu, apabila Anda sudah merasa "tahu" teori parentingnya, sudah banyak membaca artikel tumbuh kembangnya, tapi kesulitan mempraktikkannya, yuk cari bantuan profesional. Jangan-jangan ada PROBLEM PSIKOLOGIS kronik yang Bapak/ Ibu tidak sadari yang membuat Bapak/ Ibu kesulitan mempraktikkan cara-cara pengasuhan yang positif dan efektif di rumah.
Percayalah, ketika problem psikologis Anda sudah berhasil diatasi, mempraktikkan teori-teori parenting ini, akan terasa mudah sekali untuk dijalani. Beberapa pasien dan teman saya sudah membuktikannya!

#catatanpraktikhariini #parents #children #psychology #childpsychology #parentingstyle #toddler #happyfamily #psychologist #parentingstylecounselor #counselor #childpsychologist #parentinginfo #parentingtips #tipsparenting #infoparenting #psikologanak #konselorpolaasuh #polaasuh #pengasuhan #parenting #motherhood #fatherhood

Comments

Popular posts from this blog

Orangtua dan Anak Saya Memancing Kemarahan Saya!

Ingin rasanya saya bentak mertua saya. Sulit sekali diberi tahu. Sudah dibilang anak saya tidak boleh dibelikan mainan dulu, tidak boleh jajan es krim dulu. Diam-diam dia beri es krim. Dia ajari anak saya untuk sembunyi-sembunyi beli mainan di belakang saya. Lalu, ketika suami saya sudah janji mau jalan-jalan bersama sore ini. Mumpung ia tidak lembur. Mertua saya tahu itu dan mulai berulah mencari perhatian. Dia mengatakan bahwa perutnya tidak enak dan butuh periksa ke dokter. Batal deh rencana kami sore itu. Akhirnya anak saya merengek karena tidak jadi pergi jalan-jalan. Lagi-lagi mertua bertingkah seperti pahlawan, mengatakan bahwa besok akan dibelikan mainan jika anak saya berhenti menangis. Oh wow! Sungguh luar biasa. Saya tak kuasa lagi menahan jengkel, akhirnya saya masuk kamar dan membanting pintu. Saya biarkan suami saya mengurus anak dan mertua saya itu. - Ny. S - Anak saya berulah lagi. Sudah diberi tahu berkali-kali bahwa makan harus duduk, dan tidak boleh mem...

MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR PRAKTIS DAN NEGOISASI SEJAK DINI

Sejak kecil anak sebaiknya dilatih untuk jadi problem solver yang baik. Sehingga, ketika berhadapan dengan masalah, ia tidak hanya sekedar bisa berkeluh kesah atau bahkan lari dari masalah. 2 kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang problem solver agar mampu menghadapi konflik  adalah kemampuan berpikir praktis dan juga kemampuan negoisasi. Nah, bagaimana cara melatihnya? Namanya juga meLATIH, berarti anak harus sering LATIHan! Apabila anak terlalu sering dibantu. Jangan marahi dia ketika ia tumbuh jadi anak manja yg selalu memaksa orang lain memenuhi keinginannya. Apabila anak terlalu sering dikasihani. Jangan marahi dia ktika ia selalu minta tolong dan merasa ia tidak mampu melakukan apa apa. Jadi, ketika anak menghadapi kesulitan, JANGAN MEMBANTU atau MENAWARKAN BANTUAN. Namun: 1. Biarkanlah dulu. Beri ia waktu untuk berpikir dan mencoba menyelesaikan kesulitannya. 2. Jika ia sudah frustrasi dan meminta bantuan, ajak dia TERLIBAT dalam proses mencari solusi. Ajak dia ...

JANGAN HANYA MENYEKOLAHKAN ANAK DI SEKOLAH BERGENGSI, TAPI DIDIKLAH ANAK AGAR PUNYA HAL INI!

Dalam bekerja saya selalu berusaha memberikan yg terbaik. Ketika menangani klien, membuat laporan psikologis, maupun  membuat materi/ modul workshop parenting, saya memilih untuk memberikan yang terbaik versi saya. Itulah sebabnya ketika mendelegasikan tugas atau bekerja sama dengan orang lain, saya punya ekspektasi orang tersebut juga berusaha yang terbaik. Bagi saya cara bekerja setiap orang boleh berbeda. Dan saya cenderung tidak menilai seseorang dari cara kerjanya. Ada yang banyak bicara atau bernyanyi/ bersenandung ketika bekerja. Ada pula yang khusyuk serius tapi ritme kerjanya pelan. Saya biasanya bisa memakluminya. Yang sulit saya maklumi adalah ketika mereka bekerja "asal selesai", "asal jadi" atau "sekedarnya". Saya sulit memaklumi mereka yang enggan melakukan yang terbaik yang mereka bisa. "Etos kerja" demikian istilahnya. Sebuah sikap bekerja yang sifatnya internal, berasal dari dalam diri seseorang. Bukan karena iming2 prof...