Skip to main content

Plate Strategies!!!



Salah satu ide yang bisa Anda terapkan di rumah.., , Ini bukanlah ide yg paling mujarab. Tapi ini mungkin berhasil untuk anak Anda., , Pesan saya, ketika Anda melihat ide-ide baru tentang praktik pengasuhan, janganlah langsung skeptik dan mengatakan, "It wont work for my kids!"., , Cobalah bersikap 'open minded'. Siapa tahu, ketika Anda menelaah ide itu lebih lanjut, Anda bisa tercetus ide lainnya yang ternyata berguna bagi Anda dan kehidupan pengasuhan Anda.

A few plate strategies for you?
1. Start with a smaller amount of food, then offer more if your one little requests or shows interest. Use your judgement when your little one is wanting lots of more of one specific item and not eating the rest. Don't stress too much about though. Let them learn how to understand their satiety (fullness) cues.

2. It's okay to challenge your little one's. Soup may not seem appropriate for toddler's but it's great for dripping and allowing them to work on their motor skills. 'Practice make Perfect'

3. Try to offering the healthiest option front and centers. It's human nature to reach for what easy, therefore your little one may, key word "may", be more inclined to reach more veggie if their're the easiest to grab. This is not a full proof solution to getting them eat more veggie, but it's worth to try!

Meal time it's not just for fun and it's not just for nutrition. It's for both! Building a positive experience at mealtime can do wonders with creating a healthy relationship with food.

So, take a deep breath mommy (and dads) and trust your little one, let go of some of the power struggles at meal time and have fun!!!!


 Selamat mencoba.

Comments

Popular posts from this blog

Orangtua dan Anak Saya Memancing Kemarahan Saya!

Ingin rasanya saya bentak mertua saya. Sulit sekali diberi tahu. Sudah dibilang anak saya tidak boleh dibelikan mainan dulu, tidak boleh jajan es krim dulu. Diam-diam dia beri es krim. Dia ajari anak saya untuk sembunyi-sembunyi beli mainan di belakang saya. Lalu, ketika suami saya sudah janji mau jalan-jalan bersama sore ini. Mumpung ia tidak lembur. Mertua saya tahu itu dan mulai berulah mencari perhatian. Dia mengatakan bahwa perutnya tidak enak dan butuh periksa ke dokter. Batal deh rencana kami sore itu. Akhirnya anak saya merengek karena tidak jadi pergi jalan-jalan. Lagi-lagi mertua bertingkah seperti pahlawan, mengatakan bahwa besok akan dibelikan mainan jika anak saya berhenti menangis. Oh wow! Sungguh luar biasa. Saya tak kuasa lagi menahan jengkel, akhirnya saya masuk kamar dan membanting pintu. Saya biarkan suami saya mengurus anak dan mertua saya itu. - Ny. S - Anak saya berulah lagi. Sudah diberi tahu berkali-kali bahwa makan harus duduk, dan tidak boleh mem...

Fobia Gelap (Nyctophobia)

Rasa takut pada dasarnya merupakan perasaan yang wajar dimiliki oleh setiap orang. Rasa takut ini juga bersifat positif jika individu dapat mengatasi dan mengolahnya dengan baik. Banyak individu efektif yang melakukan tindakan antisipatif yang tepat karena ia memiliki rasa takut yang wajar akan sesuatu. Akan tetapi, ketika rasa takut tersebut menjadi terlalu berlebihan dan tidak rasional serta mengganggu aspek-aspek kehidupan seseorang, maka berbagai tindakan preventif sangat perlu untuk dilakukan. Jika penderita tidak melakukan tindakan apapun dan membiarkan rasa takut tersebut terus menerus muncul dalam keseharian mereka, maka rasa takut tersebut akan berkembang menjadi phobia .